------------------------------- ---------------------------------- ---------------------------------

Friday, October 14, 2011

Instalasi BIOGAS ramah LINGKUNGAN



Instalasi Biogas Sebagai Salah Satu Alternatif Solusi Energi Terbarukan Dan Ramah Lingkungan.

Alhamdulilah Proses perancangan instalasi Biogas Kelompok saya saat ini tanggal 08 Juni 2010 sudah hampir selesai, dan sudah akan masuk ke tahap uji coba dan presentasi akhir besok lusa pada tanggal 10 juni 2010, setelah sebelumnya, saya bersama tim yang terdiri dari 15 anggota berkerja bersama selama kurang lebih tiga bulan untuk membangun instalasi biogas ini agar memiliki fungsi dan kekuatan konstruksi sesuai dengan yang diharapkan.

Biogas disini merupakan gas yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif karena biogas itu sendiri pada dasarnya merupakan 50% -70% gas methane, sisanya adalah CO2, N2, H2 dan H2O. Disini gas methane yang akan dimanfatkan dihasilkan dari proses biologis, yaitu dari hasil proses fermentasi anaerob dari zat sisa-sisa organisme oleh bakteri pengurai . Biasanya bahan baku biogas itu adalah kotoran-kotoran hewan, umumnya adalah kotoran sapi karena persentase kg Biogas/kg bahan mentah yang di hasilkan cukup besar. Karena Instalasi biogas dapat mengolah kembali bahan yang sudah tidak digunakan (kotoran hewan / zat sisa organisme untuk diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna yaitu biogas maka teknologi biogas bisa dimasukan kedalam salah satu teknologi Daur Ulang (Recycle Engineering).

Instalasi Biogas yang kami bangun terdiri dari 3 Alat terpisah yang kemudian terintegrasi membentuk satu kesatuan alur instalasi yang efektilf dan efisien, ke tiga alat tersebut adalah :

1. Pengaduk Bahan Mentah (Kotoran/zat sisa organisme) (Mixer).
2. Reaktor fermentasi bahan mentah (Digester). dan
3. Penampung Biogas (Biogas Container).







Pengaduk yang kami buat konstruksi umumnya terdiri dari alumunium untuk kaki, kayu sebagai alas tabung penampung kotoran, dan alat pengaduk dari stainless stell yang terdiri dari sepasang blade yang dapat diputar secara manual dengan mudah dan dapat mengaduk bahan mentahnya. Disini fungsi dari pengaduk adalah membuat campuran yang cukup kental dari kotoran yang dicampur dengan air dengan perbandingan Kotoran : Air adalah 2:1 atau 3:1 sesuai dengan kekentalan awal dari kotoran itu sendiri dan juga untuk meratakan unsur-unsur hara yang terdapat dalam kotoran. Disini kekentalan campuran kotoran dan air akan sangat menentukan kecepatan proses fermentasi yang diproses dalam Digester, sehingga peran pengaduk sangat signifikan dalam rangka meningkatkan proses produksi biogas.







Kemudian campuran antara kotoran dan air yang sudah dikentalkan dan diratakan oleh pengaduk dimasukan ke dalam Digester. Konstruksi digester terbuat dari 2 buah tabung plastik dengan kapasitas penuh masing-masing sekitar 280 Liter sehingga total 560 Liter. kedua tabung dimiringkan 8 -12 derajat untuk memudahkan roses pembuangan kotoran yang sudah difermentasi seara otomatis karena gravitasi. Disini kotoran yang dimasukan dalam tabung hanya sekitar 75%-80% atau sekitar 210- 225 Liter, ruang kosong di dalam tabung akan dimanfaatkan sebagai tempat berkumpulnya Biogas, Yang disini kemudian dipasang saluran pipa yang terhubung kedalam Penampung Biogas untuk di Simpan.

Sebelum masuk kedalam penampung, Biogas akan melewati water trap (Penjebak uap air), water trap berfungsi untuk menyerap beberapa persen kandungan h2o(l) yang ada dalam biogas sehingga uap air ini tidak mengganggu jalannya Biogas dan gas yang tersimpan dalam Penampung tidak mengandung uap air berlebih, biogas kering disini sangat penting untuk meningkatkan nyala api yang optimum. Water trap disusun secara sederhana dengan menggunakan sebuah botol plastic kecil dengan bagian samping dekat ujung atas di lubangi, saluran atas untuk input dari Digester dan lubang buatan di samping untuk saluran ke Penampung. Botol diisi air setinggi kurang lebih 10 cm,kemudian saluran input dimasukan ke dalam antar 1cm –- 8 cm tergantung dari tekanan yang bisa dihasilkan oleh digester, semakin kuat bisa semakin dalam. Biogas yang sudah cukup kering ini kemudian masuk ke dalam penampung, disini konstruksi penampung dibuat dengan menggunakan kayu biasa berbentuk pesegi, berukuran 110cm x 110 cm x 190 cm. tabung plastik Polyurethane (tebal=1mm) dengan Diameter 60cm dan tinggi 100 cm (kapasitas 300 L) disimpan dalam konstuksinya. Bagian bawah plastik dihubungkan ke input dan output dengan sambungan T dan bagian atasnya disambung ke pemberat dari kayu berbentuk persegi (50cm*50cm*1cm) yang dilapisi plat aluminium untuk membantu proses penekanan saat biogas akan dikeluarkan. pemberat bada ke empat sudutnya dipasang tali yang berfungsi sebagai rail untuk menjaga jalur proses penekanan agar tidak miring, sehingga homegenitas penekanan bigas dari penampung bisa tetap terjaga. Biogas yang dikeluarkan kami harapakan cukup besar debit nya dengan kelembapan sekitar 0% - 15 % sehingga pada akhirnya bisa menghasilkan nyala api yang mantap bewarna biru.
Instalasi Biogas yang kami buat cukup sederhana dan mudah digunakan, sehingga baik untuk diterapkan secara luas oleh masyarakat, terutama masyarakat dipedesaan yang memiliki usaha peternakan. Kami berharap dengan bekerja secara baiknya instalasi biogas yang kami buat semoga dapat memberi sumbangsih bagi kemajuan pengembangan teknologi terapan di Tanah Air dan bisa menjadi bahan acuan bagi pihak lain untuk proses pengembangan selanjutnya. Terima Kasih.

No comments:

Post a Comment