------------------------------- ---------------------------------- ---------------------------------

Friday, October 28, 2011

Kotoran Sapi Bisa Termanfaatkan Menjadi Bahan Baku

REAKTOR BIOGAS ATASI PENCEMARAN

E-mail Print PDF

Kotoran Sapi Bisa Termanfaatkan Menjadi Bahan Baku
BATUJAJAR,(GM)- Pemkab Bandung Barat mengarahkan peternak menggunakaan reaktor biogas untuk mencegah pencemaran lebih parah akibat kotoran sapi. Upaya lain dengan membangun kembali penampungan limbah di setiap kawasan peternakan sapi. Demikian disampaikan Kepala Seksi Amdal dan Teknik Lingkungan pada Kantor Lingkungan Hidup (LH) KBB, Warsep Djuanda, Selasa (7/6). Pernyataan Warsep berkaitan dengan terjadinya pencemaran akibat kotoran sapi di Sungai Cikapundung, Desa Suntenjaya, Kec. Lembang.
"Kita arahkan agar masyarakat peternak sapi memanfaatkan teknologi pengolahan kotoran menjadi biogas. Sosialisasi telah kita lakukan bersama Dinas Peternakan," kata Warsep.
Menurutnya, butuh proses untuk mengubah perilaku masyarakat peternak supaya mau memanfaatkan biogas yang bahan bakunya dari kotoran sapi. Upaya yang sudah dilakukan melalui pengarahan kepada masyarakat agar mau memanfaatkan biogas dalam kehidupan sehari-hari.
"Selain bisa untuk memasak, penerangan, biogas juga bisa untuk pupuk dan pestisida organik," katanya.
Sampai saat ini, baru sebagian kecil masyarakat peternak yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan baku biogas. Pemerintah memiliki target, sebagian besar peternak memanfaatkan biogas untuk kebutuhan sehari-hari.
"Baru sebagian kecil yang memanfaatkan biogas, padahal pemanfaatan biogas ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi bagi masyarakat," tegasnya.
Tidak langsung
Mengenai persoalan pencemaran akibat kotoran sapi di Sungai Cikapundung, Warsep mengatakan, pada dasarnya proses pencemaran tersebut tidak dilakukan langsung oleh masyarakat. "Masuknya kotoran sapi ke sungai akibat terdorong hujan. Karena dalam pengolahan konvensional, masyarakat juga memiliki bak penampungan kotoran," katanya.
Ketika hujan deras, tambahnya, kotoran yang berada di dalam penampungan terbawa hanyut air hujan dan mengalir sampai ke aliran Sungai Cikapundung. "Prinsipnya masyarakat masih memanfaatkan kotoran limbah untuk kebutuhan pupuk, jadi tidak membuang langsung kotoran ke sungai," ujarnya.
Sehubungan dengan persoalan tersebut, perlu dilakukan rekonstruksi penampungan limbah untuk membuat saluran air supaya dapat mengatur aliran air hujan agar tidak mengganggu keberadaan penampungan kotoran sapi. (B.68)
Sumber: Harian Galamedia - Rabu, 08 Juni 2011

No comments:

Post a Comment