------------------------------- ---------------------------------- ---------------------------------

Friday, October 21, 2011

Target biogas 2014

MALANG | SURYA Online - Pemerintah menargetkan, mulai 2014 mendatang seluruh perdesaan di wilayah Indonesia bisa menggunakan kompor biogas dari kotoran sapi. Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Maritje Hutapea, menjelaskan untuk memenuhi aim itu pemerintah melalui module nasional biogas “rumah biru” yang bekerjasama dengan Pemerintah Belanda, akan memasang sedikitnya 15 ribu section digester biogas (bak penampungan kotoran sapi) di setiap desa.
“Adanya digester biogas itu, untuk memenuhi kebutuhan energi di kawasan perdesaan seperti kebutuhan masak rumah tangga dan listrik, sebab kita sudah mempunyai ribuan peternak sapi di 3.894 section di delapan provinsi di Indoensia,” katanya saat menghadiri kegiatan pengembangan biogas rumah tangga dan komersial, di Kota Malang Jawa Timur Kamis 20/10/2011).
Maritje mengaku, kini kebutuhan energi di Indonesia sangat besar sehingga ketergantungan energi fosil sangat tinggi. Sementara cadangan energi semakin menipis, sehingga dibutuhkan energi alternatif. “Pemanfaatan sumber energi alternatif terbarukan perlu dikembangkan, dan dijadikan sumber energi pilihan. Pemerintah akan mensubsidi Rp 2 juta per section pembangunan digester, sedangkan biaya setiap section digester biogas mencapai Rp 6 hingga Rp 7 juta,” katanya.
Sementara sebagai tahapan awal, pemerintah pada akhir Oktober 2011 akan menargetkan sedikitnya delapan ribu section digester sudah terpasang terlebih dahulu di sejumlah desa. Dengan adanya terget ini, Maritje berharap masyarakat bisa memperoleh kredit murah untuk membangun digester biogas di perdesaan, agar pemanfaatan energi baru itu bisa berjalan dengan baik.
“Cadangan energi terbarukan seperti air, panas bumi, biomassa, tenaga surya dan mikro hydro mencapai 16 juta watt. Namun, hingga kini hanya 3 sampai 7 persen yang menggunakan energi terbarukan,” katanya.
Dengan adanya energi terbarukan melalui pemasangan digester, diharapkan mampu menurunkan 26 persen gas rumah kaca yang dihasilkan pembakaran energi fosil, dan lingkungan akan semakin ramah.
Sementara itu, pembuatan digester mirip dengan pembuatan kubangan kotoran manusia (septik tank). Digester dibuat dengan dua bak penampung, satu berfungsi sebagai tempat produksi gas, seluruh kotoran yang masuk ditutup rapat dengan klep, agar gas tidak bocor.
Untuk bak penampung yang lain, berfungsi sebagai outlet, atau penampung endapan kotoran sapi. Dan jika telah penuh, endapan tersebut diambil untuk dijadikan pupuk tanaman sayuran. Sedangkan untuk mengalirkan gas dari digester, dipasang pipa panjang lengkap dengan alat pengatur tekanan gas.
Sumber : antarajatim
Editor : Adi Agus Santoso

No comments:

Post a Comment